Musrenbang Kabupaten Sampang 2019

Musrenbang Kabupaten Sampang 2019

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Kabupaten Sampang 2019 dibuka langsung oleh Pj. Bupati Sampang, dihadiri Bapelitbangda Kabupaten Sampang, Kepala Bappeda Provinsi, BBWS, Bakorwil Madura di Pamekasan, Pimpinan dan anggota DPRD Sampang, Kepala SKPD, Camat se Kabupaten Sampang, PKK, LSM, Wartawan, Asosiasi Profesi, perwakilan perguruan tinggi dan lain – lain.

Musrenbang RKPD Kabupaten Sampang Tahun 2019 mengambil tema ” PEMGEMBANGAN AKSES PELAYANAN DASAR MASYARAKAT SERTA PENINGKATAN DAN PEMERATAAN PERTUMBUHAN EKONOMI MENUJU KABUPATEN SAMPANG YANG HARMONIS, MANDIRI DAN SEJAHTERA”

Pj Bupati Sampang dalam sambutannya, menghimbau pada para peserta Musrenbang untuk benar – benar mengikuti forum penting ini, agar bisa memilih dan memilah skala prioritas kegiatan yang diusulkan masyarakat, mulai Musrenbang tingkat Desa dan Musrenbang Tingkat Kecamatan di Kabupaten Sampang.

Berdasarkan gambaran umum wilayah Kabupaten Sampang, luas 1.233,3 Km dengan jumlah total penduduk mencapai 1.964.936 jiwa, lebih lanjut Pj Bupati Sampang mengatakan, yang menjadi PR bersama, ada data BPS Tahun 2017, pendapatan perkapita masyarakat Sampang hanya 15 juta per tahun, padahal rata – rata pendapatan perkapita di Kabupaten/Kota di Provinsi Jatim oerkapita mencapai 59 juta pertahun, semua itu bisa dirubah asal kita mau. Oleh sebab itu, melalui Musrenbang ini harus benar – benar dimaksimalkan.

Sementara ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah saat menyampaikan pokok pokok pikiran DPRD Sampang di Musrenbang Kabupaten 2019, ia menyampaikan berdasarkan serap aspirasi nasyarakat yang dilakukan DPRD Sampang. Program prioritas mulau 2013 – 2018 ini pokok pikiran DPRD ini tetap sama, dengan jaring aspirasi masyarakat tetap sama, hal ini membuktikan pembangunan di Kabupaten Sampang masih berjalan stagnan, misalnya pembangunan IPM, penanganan bencana banjir, angka kemiskinan dan pelayanan dasar masyarakat harus dilakukan secara serius, sebab rencana pembangunan yang bagus dan benar jika dilaksanakan tidak benar, maka hal itu tidak akan sesuai harapan.

Kondisi insfrastruktur Kabupaten Sampang nasih jauh dari ideal, selain itu, pelaksanaan pembangunan fisik di Kabupaten Sampang selalu dilaksanakan pada akhir tahun, hal ini juga menjadi faktor kualitas , pembangunan kurang baik dan cepat rusak, bahkan ada yang belum genap satu tahun sudah ada yang rusak. Kondisi tersebut harus menjadi catatan bersama untuk terus melakukan perbaikan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *