Sekolah Perempuan Mandiri dan Inovasi

Sekolah Perempuan Mandiri dan Inovasi

Masyarakat yang berdaya terutama perempuan berdaya (Mandiri) adalah kunci keberhasilan pembangunan sebuah negara, terutama dalam mencapai keadilan bagi semua, ksejahteraan yang merata, kesetaraan gender, perdamaian dan rasa aman bagi semua lapisan. perempuan yang berdaya akan menjadi aktor penting dalam mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan/SDGs terutama prinsip “tak seorangpun boleh ditinggalkan”.

Skoper Manis ( Sekolah Perempuan Mandiri dan Inovasi) merupakan salah satu model pemberdayaan perempuan di kalangan akar rumput melaui proses pembelajaran atau pendidikan sepanjang hayat. tujuan utama Sekolah Perempuan Manis adalah mengembangkan leadership atau kepemimpinan perempuan agar memiliki kesadaran kritis, kepedulian, solidaritas, kecakapan hidup dan berkomitmen menjadi pelaku perubahan sosial agar terbebas dari kemiskinan. Arah dari kepemimpinan perempuan ini diorientasikan untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan perdamaian di seluruh ranah, dimulai dari diri pribadi, keluarga, komunitas dan mendesakannya dalam kebijakan pemerintah. Program ini secara mandiri ( Swadaya Forum) dan inovatif, kenapa inovatif karena sasarannya adalah orang orang yang tidak mampu dan yang berada dalam kesulitan secara mental dan psikis.

Sekolah Perempuan ini diinisiasi oleh FKPM Kab Sampang Perempuan sejak tahun 2018 dan saat ini telah memberikan kontribusi besar dalam pemberdayaan masyarakat terutama masyarakat di dalam lapas Rutan Kelas II kabupaten Sampang, maka dari itu “Skoper manis” telah memberdayakan masyarakat khususnya perempuan yang membutuhkan.

Proses pembelajaran Sekolah Perempuan manis dikaitkan dengan analisis struktur yang lebih luas terkait sistem ekonomi, sosial, politik dan budaya. Wilayah-wilayah pengembangan Sekolah Perempuan adalah desa miskin kepulauan, desa miskin pesisir, wilayah kering, desa miskin rawan bencana alam, desa miskin yang terjadi penguatan identitas berbasis nilai-nilai konservatif, wilayah dengan kerusakan lingkungan dan kelurahan miskin kota yang rawan bencana banjir.

Pengalaman perempuan dijadikan sumber utama dalam proses pembelajaran dan membangun pengetahuan. Perempuan di setiap komunitas didampingi oleh fasilitator atau seorang edukator yang tinggal di lokasi Sekolah Perempuan. Fasilitator tinggal bersama komunitas belajar agar memiliki empati dan pengetahuan mendalam. Dengan demikian, fasilitator Sekolah Perempuan dapat mengaitkan kehidupan perempuan dengan materi pendidikan dan pengorganisasian perempuan.

Tujuan dan Manfaat

  1. Memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk mandiri dan inovatif agar tidak kalh bersaing dalam dan antar gender.
  2. Memberdayakan Masyarakat agar Kesejahteraannya meningkat.
  3. Pengembangan Ekonomi setiap Individu dan kelompok dalam kesejahteraan desa.
  4. Menanamkan pemahaman pada masyarakat agar lenbih mandiri dan berkarya.
  5. Menanamkan pemahaman pada Masyarakat bahwa hidup harus berikhtiar agar dapat meningkatkan taraf kehidupannya.

Pemahaman Terhadap Program

Potensi yang ada 
– Sumber Daya Manusia
– Sumber Daya Alam

Permasalahan yang terjadi

Jenis permasalahan

Tidak ada lapangan kerja di Desa, sehingga banyak masyarakat sekitar memilih untuk bekerja ke Luar Kota bahkan sampai ke luar Negeri. Tidak ada bentuk perhatian terhadap orang yang terkena kasus hukum.

Solusi

Memberikan pembinaan Industri kreatif kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang tidak biasa bawa motor, mantan napi, dissabilitas, dan anak putus sekolah. Sehingga hasil dari pelatihan tersebut bibiasembuat masyarakat bekerja dari rumah masing- masing.

Hasil Inovasi

Dengan adanya Skoper Manis berdaya ini, semakin memudahkan masyarakat belajar keahlian tanpa di bebani untuk mengeluarkan modal terlalu banyak sehinga keahlihan yang diperoleh seperti belajar Handycraft, membatik dan lainnya bias memperoleh penghasilan yang kontinyu.